Advertisement

Tuesday, April 20, 2021

Pendaftaran Indonesia Fashion and Craft Awards Tahun 2021

 


Sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan Indonesia Fashion and Craft Awards (IFCA) 2021, yang bertujuan untuk menumbuhkembangkan desainer muda berbakat berusia di bawah 30 tahun yang bergerak dalam bidang Kriya dan Fesyen dan memiliki Visi Sustainability.

Beberapa manfaat yang akan didapatkan dalam mengikuti IFCA 2021 adalah: 

  • 100 nominator terbaik akan mendapatkan coaching tahap I di bidang Desain, Sustainability, dan Bisnis yang akan disampaikan oleh praktisi dan tim juri. 
  • 14 Nominator terbaik (7 kriya dan 7 fesyen) akan mendapatkan coaching intensif tahap II yang akan disampaikan oleh para praktisi diantaranya praktisi branding, social entrepreneurship, dan bisnis. 
  • Hadiah total senilai Rp. 130 juta bagi 6 orang pemenang. 
  • Menjadi binan Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian.
Pendaftaran dibuka hingga tanggal tanggal 2 Mei 2021. Informasi program IFCA 2021 dapat mengunjungi pada laman website bcic-ikm.net dan akun instagram @bcicofficial. Apabila dibutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Sdr. Dickie Sulistya (081-331- 477-226) atau Sdr. Hari Prabowo (081-311-281-945). 

Adaptability In responsible Design
Dalam menghadi tantangan di masa kini, seorang desainer diharapkan mampu menciptakan ide desain produk inovatif yang dapat terus menyesuaikan dengan berbagai kondisi dan kebutuhan pasar dengan mengacu pada prinsip sustainability, yakni memiliki kontribusi kepada keberlanjutan diantaranya di bidang sosial, budaya, lingkungan, atau ekonomi.





Persyaratan peserta :
  1. WargaNegara Indonesia Individu atau kelompok (Maks. 5 Orang)
  2. Usia maksimum 30 Tahun
  3. Praktisi Designer, Pelaku IKM Kreatif (diutamakan bagi startup/ pelaku usaha pemula maksimal 3 tahun)
  4. Karya Orisinil, belum pernah dipublikasikan, belum pernah diikutsertakan pada kompetisi sejenis lainnya, dan belum pernah dipasarkan.
  5. Peserta hanya diperbolehkan mengirimkan 1 (satu) karyanya.
  6. Peserta wajib mematuhi seluruh peraturan kompetisi.


Kriteria :
  1. Memiliki nilai kebaruan dan gagasan pemecahan masalah yang dapat fokus pada aspek produk (Bentuk, fungsi, estetik) dan/ atau aspek sosial/ ekonomi (bisnis)/ lingkungan hidup/ budaya.
  2. Menggunakan material yang mudah diperoleh di Indonesia, baik itu material alam, olahan, atau limbah.
  3. memiliki konsep bermitra bisnis dengan pengrajin atau artisan.
  4. Memiliki konsen Design yang baik dan dapat menjawab permasalahan/ tantangan secara kontekstual.





Reward & Benefit :
  1. Enam designer terbaik berhak mendapatkan hadian total 130 Juta Rupiah.
  2. Bagi 14 Nominator (7 Karya dan 7 Fesyen) terbaik akan mendapatkan coaching tahap 2, mendapatkan fasilitas biaya pembuatan prototype, dan berkesempatan untuk mendapatkan akses ke pengrajin lokal dan akses pasar serta material branding (Katalog Nominator IFCA).
  3. Bagi 100 Nominator terbaik akan mendapatkan kesempatan mengikuti coaching tahap 1 di bidang design, Sustainability dan Bisnis.
  4. Menjadi biinaan Direktorat Jendral IKMA Kementrian Perindustrian.


NaraHubung :
Direktora Industri Aneka dan IKM Kimia, Sandang dan Kerajinan
Direktorat Jendral Industri Kecil, Menengah dan Aneka - Kementrian Perindustrian

  • Dickie Sulistya  : 081331477226
  • M Hari Prabowo : 081311281945
  • I Wayan Rona : 087877551787
Jl Gatot Subroto Kav. 52-53 Jakarta 12950
http://bcic-ikm.net
@bcicofficial

AYO TUNGGU APALAGI DAFTARKAN PRODUKMU SEGERA
Link pendaftaran dan syarat ketentuan dapat di cek melalui : http://bcic-ikm.net/
atau bisa mengunjungi instagram @bcicofficial


Monday, September 28, 2020

Ini Rekomendasi KNKT Atasi Kelelahan Pengemudi






Human factor yang saat ini sedang menjadi pembahasan menarik sehubungan dengan meningkatnya kecelakaan di tol Cipali. Kemenhub beserta stake holder lainnya sedang melakukan upaya perbaikan untuk dapat meningkatkan standar keselamatan khususnya di tol Cipali khususnya dan seluruh tol di Indonesia pada umumnya.





Human factor atau faktor manusia adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia secara fisik dan psikologi serta hubungannya dgn lingkungan dan teknologi. Hal hal yang terkait dengan human factor ini diantaranya adalah beban kerja, lelah, kesadaran memahami sekitar (situation awareness), ergonomi, kompetensi, kesehatan, kejiwaan, manajemen penugasan awak kendaraan (crew resources management) serta budaya selamat,” buka Ahmad Wildan Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) ketika menjadi narsumber kulgram TruckMagz (25/9)





Suatu kecelakaan dapat terjadi disebabkan dua hal yaitu : adanya unsafe condition dan atau unsafe act. Unsafe condition ini meliputi jalan dan kendaraan yang tidak berkeselamatan dan unsafe act meliputi errors dan violation. Unsafe Act terdiri atas dua elemen yaitu errors dan violations. “Jika Kepolisian dan Kemenhub menyatakan bahwa setiap kecelakaan selalu diawali dengan pelanggaran, itu tidak keliru. Karena sebagian besar kecelakaan yang terjadi di jalan perkotaan dengan karakteristik kecepatan rendah atau dibawah 60 km/jam adalah didominasi oleh violations. sangat sedikit kami menemukan kecelakaan di jalan dalam kota disebabkan karena errors. Penyebab kecelakaan pada jalan primer didominasi oleh errors, sangat sedikit violations





Human errors ada tiga bentuk yaitu skill based errors yaitu error yang dipicu oleh gap kompetensi dengan teknologi kendaraan maupun jalan, serta lost of situation awareness dan lost of control.
Contoh paling nyata kasus lost of situation awareness ini adalah kasus tabrak depan belakang yang hampir setiap hari terjadi di Tol Cipali. Hal ini bisa terjadi karena kegagalan pengemudi dalam memprediksi antara kecepatan dirinya dengan kecepatan kendaraan di depannya. Ini bukan lost of conrrol, tapi lost of situation awareness. 80 % kecelakaan antar kota di Australia terjadi karena human error, dan 75% nya adalah lost of situation awareness.





Errors berikutnya adalah terkait dengan lost of control atau kehilangan kendali. Ini adalah bentuk atau output dari fatigue sehingga seseorang mengalami micro sleep (tidur sesaat) pada saat mengemudi. Pada kecepatan 100 km/jam, kita tidur sedetik saja maka kendaraan kita akan bergerak sejauh 28 meter diluar kendali kita. Micro sleep tidak perlu waktu lama untuk menyebabkan kecelakaan. Cukup tidur sedetik saja, ditambah kondisi posisi roda depan yang dibawah standar atau caster camber tidak normal, sangat cukup membawa kendaraan menyeberang jalan, menabrak tiang tengah jembatan atau menabrak kendaraan lain dengan kecepatan 100 km/jam tanpa adanya pengereman





Salah satu cara mengatasi human error adalah dengan manajemen kelelahan pada pengemudi. “Manajemen kelelahan bisa dilakukan dengan menerapkan crew resources management yang baik, artinya perusahaan bisa menerapkan manajemen penugasan awak dengan baik. Membuat batasan tentang waktu kerja dan waktu libur serta melakukan pendeteksian kesehatan awak secara berkala. Hal tersebut menjadi salah satu poin penting pada sistem manajemen keselamatan (SMK) dalam menyediakan kesiapan awak. Dalam dunia penerbangan, pelayaran, kereta api ada dua macam cara untuk menjamin kesiapan awak. Pertama, pengaturan dengan ketat penugasan awak, mulai dari waktu kerja, waktu istirahat dan waktu liburnya. Kedua, kontrol kesehatan, mulai dari tahunan, sampai sebelum bekerja. Misalanya, saat seorang pilot berhenti di suatu kota untuk menunggu tugas terbang berikutnya, pilot harus benar-benar istirahat dan tidur minimal di hotel bintang empat sehingga dijamin pada saat mengemudikan pesawat dalam kondisi fresh,” tegasnya.









Contoh kasus human error lain adalah kecelakaan bus dan truk di Tol Cipali Bulan Agustus lalu. “Ini karena penurunan kewaspadaan pengemudi bus, dan bukan karena adanya truk yang parkir di bahu jalan. Contributing factor adalah suatu faktor yang jika ditiadakan, maka kecelakaan tidak akan terjadi. Kalau truk yang parkir di bahu jalan kita ambil, apakah bus akan selamat saat membanting kemudi secara mendadak ke ke kiri menghindari kendaraan lain? Belum tentu, bisa jadi bus keluar dari badan jalan. Jika pengemudi tersebut tidak mengalami penurunan kewaspadaan, sekalipun truk tersebut parkir di bahu jalan, tidak akan terjadi kecelakaan,” terang Wildan.










Editor : Sigit
Foto : TruckMagz


Thursday, September 24, 2020

Butuh Waktu 2 Tahun Bangun Akses Pelabuhan Patimban dengan Tol Cipali


Pelabuhan Patimban ditargetkan soft launching pada kuartal IV tahun 2020. Hal ini sesuai instruksi Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas (ratas) mengenai Percepatan Proyek Strategis Nasional Patimban, Selasa (22/9).





Terkait akses pelabuhan utama sebagai pendukung aktivitas ekspor produk otomotif ini, Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa Pelabuhan Patimban saat ini hanya terhubung dengan jalur Pantura non-tol. Sementara jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban yang terhubung dengan Tol Cikopo–Palimanan (Cipali) telah masuk tahap penetapan trase.





“Jalan yang akan selesai pertama adalah trase dari Pelabuhan Patimban ke jalan akses pantura 8,2 kilometer. Sedangkan yang berikutnya, trase yang sudah diputuskan dan akan dibuat adalah akses dari Pelabuhan Patimban melanjutkan akses ke Tol Cipali, yang diperkirakan akan memakan waktu dua tahun,” kata Menko Airlangga yang juga menjabat Ketua Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP).





Presiden juga memberi arahan untuk melakukan sinergi pengembangan antar-kawasan industri sepanjang koridor utara Jawa.





“Kita ketahui bersama bahwa wilayah pusat pertumbuhan industri di Jawa ada wilayah pusat di Banten, terdiri dari Cilegon, Tangerang, dan Serang. Kemudian di Jawa Barat bagian Barat, yaitu Bogor, Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan Subang. Lalu wilayah pengembangan industri di Jawa Barat bagian timur itu kawasan baru Rebana serta wilayah Pelabuhan Patimban, yaitu Cirebon, Indramayu, dan Majalengka. Untuk wilayah Jawa Tengah ada Batang, Kendal, Semarang, dan Demak. Sementara di Jawa Timur ada Tuban, Lamongan, Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, dan Bangkalan,” ujar Airlangga menerangkan.










Sumber : Truckmagz.com
Editor: Antonius
Foto: Dok. TruckMagz


Tuesday, September 8, 2020

Angkutan Kargo Meningkat Selama Pandemi Covid-19


Selama terjadi pandemi Covid-19 ini benar-benar berimbas terhadap aktivitas bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II persero. saat ini selain minat masyarakat untuk berpergian lewat udara masih sedikit juga karena dibatasi oleh regulasi yang ditetapkan pemerintah.





Dalam regulasi itu kapasitas penumpang yang boleh diangkut oleh pihak maskapai cuma 70 persen, karena pihak maskapai wajib menerapkan standar protokol kesehatan. Namun kondisi ini menurut Executive General Manager PT Angkasa Pura II Kantor Cabang Bandar Udara Tjilik Riwut Palangka Raya, Siswanto tidak berpengaruh terhadap angkutan cargo.





Menurut Siswanto, angkutan cargo selama pandemi Covid-19 justru terjadi peningkatan yang signifikan. Per hari bisa mencapai 18-20 ton barang yang lewat Bandara Tjilik Riwut. “Kalau logistik yang masuk sekitar 70 persen, sedangkan yang keluar 30 persen. Angkutan logistik ini dilayani oleh Garuda, Lion Air, City Link,” sebutnya.





Siswanto menjelaskan naiknya angkutan cargo ini karena saat ini transaksi jual beli lebih mudah yakni cukup via online, sehingga berimbas terhadap angkutan barang via udara.









Sumber artike : Truckmagz.com
Editor : Sigit
Foto : Garuda Indonesia


Monday, August 31, 2020

Ini Strategi SPIL Kembangkan Logistik Digital


Teknologi telah memegang peranan penting dalam setiap aspek industri, termasuk industri logistik yang mengatur pengiriman barang.Pengembangan teknologi informasi melalui berbagai aplikasi khususnya di era disrupsi ini bertujuan untuk menjaga industri selalu kompetitif.





Perusahaan pelayaran nasional terkemuka PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL), sudah menerapkan digitalisasi dalam kegiatan operasional perusahaan, baik secara internal maupun eksternal. Mendasarkan pada kualitas dan integrasi solusi pelayanan kepada pelanggan, SPIL telah mengembangkan program aplikasi MySPIL sejak tahun 2016 lalu. Di mana saat itu merupakan aplikasi pertama dalam industri logistik di tanah air. Pelanggan tidak hanya bisa membuat booking, e-SI, e-BL dan melakukan pembayaran melalui virtual account saja. Namun, juga bisa melihat posisi barang yang dikirim melalui aplikasi.





Joshua Jimmy Kai, Head of e-Commerce Development PT SPIL menjelaskan keunggulan mySPIL pada acara business talk melalui via daring dengan judul  ‘Shipping and Logistics Digitalization for Efficient Logistics Business’.





“Dulu keperluan booking pelanggan harus ke kantor, kini mereka cukup mengunduh aplikasi mySPIL, harga, rute, nama kapal dan jam keberangkatanya sudah bisa diketahui. mySPIL juga memungkinkan pelanggan bisa memantau langsung posisi barang yang dikirim. Kemudahan ini membuat penetrasi pasar aplikasi ini juga sangat cepat. Hingga saat ini pelanggan kita di 10 kota yang menjadi fokus kita sudah 80 persen beralih ke digital,” kata Joshua.





Meski demikian ia mengakui bahwa pengembangan ke cabang-cabang yang lain masih menjadi tantangan baginya. “Ada banyak faktor yang menjadi kendala mulai sinyal, orang nggak ngerti atau nggak ada kuota. Jadi kita perlu sosialisasi lagi untuk layanan aplikasi ini,” terangnya.





Dalam kesempatan yang sama, Zaldy Ilham Masita, Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia menjelaskan penerapan digitalisasi dipengaruhi pengalaman pengguna.”Konsistensi harus dijaga sehingga digitalisasi dapat dianggap berhasil. Berikutnya data apa yang bisa dimanfaatkan dalam digitalisasi itu. Di saat menerapkan digitalisasi, skala sistem juga harus diperhatikan sehingga ketika mulai banyak yang menggunakan aplikasi yang dipakai tidak terhambat. Server data juga harus dikembangkan lagi. Ketika suatu perusahaan menerapkan digitalisasi, harus ada pengukuran yang jelas antara pengeluaran dan pemasukan sehingga terlihat perkembangan dalam digitalisasi yang telah dilakukan.










Sumber berita : Truckmagz.com
Editor : Sigit
Foto : SPIL


Friday, August 28, 2020

Terapkan Port Capacity Management, ASDP Mampu Maksimalkan Layanan


PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus mengembangkan layanan digital di sektor penyeberangan. Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi mengungkapkan sudah menjadi kewajiban ASDP untuk selalu memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat sebagai bagian dari world class service, khususnya bagi pengguna jasa kapal ekspres.





Bahkan, pengguna jasa yang berada di luar negeri pun, jika ingin melakukan perjalanan liburan dengan kapal ferry, dapat mengakses Ferizy.com, dengan mudah dan cepat. Benefit bagi pengguna jasa yang membeli tiket online adalah dapat memiliki tiket dengan waktu keberangkatan terjadwal sehingga tidak perlu antre lagi di pelabuhan.





“Meski belum sempurna, tapi lanyanan akan terus kami perbaiki. Untuk lintasan Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk, kini tak melayani penjualan tiket secara go show. Tiket kapal penyeberangan dijual mulai H-60 sampai 5 jam sebelum boarding secara online,,” kata Ira dalam webinar bersama myshipgo pada Rabu (26/8).





“Pengguna jasa baik penumpang atau kendaraan bisa datang ke pelabuhan sesuai waktu boarding pemberangkatan. Sehingga antrian di dalam pelabuhan bisa ditekan bahkan dihilangkan,” tambah Ira.





PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus melakukan upaya peningkatan pelayanan kepada pengguna jasa dalam mendukung program digitalisasi yakni pembelian tiket penyeberangan secara online baik melalui situs Ferizy.com atau aplikasi di ponsel.





Dengan sistem online ini, maka orang tak butuh jasa calo, yang justru membuat layanan makin ribet muncul dampak dampak buruk lainnya,” tegas Ira.





Menurutnya, pengguna jasa berperan penting untuk mendukung kelancaran dan mengurangi kepadatan di pelabuhan dengan beli tiket sesuai jadwal dan kuota.”Salah satu fokus kami, penerapan Port Capacity Management, keseimbangan antara supply (kapasitas kapal) dan demand (arus kedatangan) pada tingkat optimal. Disini kami melakukan penyesuaian, khususnya di masa peak season agar pengguna jasa tertib untuk mengatur waktu perjalanan sebaik mungkin, mulai dari reservasi tiket online, melakukan check-in, hingga naik ke kapal, sehingga perjalanan lebih lancar, aman dan nyaman,” ujarnya lagi.





“Mulai 25 Agustus 2020, reservasi tiket maksimal 5 jam sebelum keberangkatan. Karena itu kami mengimbau kepada pengguna jasa kapal ekspres, khususnya di lintas Merak-Bakauheni agar melakukan perjalanan di pagi hari,” pungkasnya.










Sumber Berita : Truckmagz.com
Editor : Sigit
Foto : ASDP Ferry


Wednesday, August 26, 2020

Tol Sigli – Banda Aceh Mampu Tingkatkan Aksesbilitas Moda Transportasi Darat






Keberadaan Tol Sigli – Banda Aceh dinilai mampu meningkatkan aksesibilitas moda transportasi darat di Provinsi Aceh. Berdasarkan hasil wawancara virtual yang dilakukan oleh Hutama Karya, Pengamat Transportasi dari Universitas Syiah Kuala (UNSYIAH), Banda Aceh, Prof. Sofyan M. Saleh menyampaikan bahwa kehadiran Tol Sigli – Banda Aceh akan sangat bermanfaat bagi masyarakat Aceh. “Ruas Sigli – Banda Aceh memang sesuatu yang sangat diharapkan oleh masyarakat, karena bisa mempermudah mobilitas masyarakat yang selama ini harus melalui gunung dan sawah dimana secara geometriknya agak berbelok-belok dengan kecepatan rata-rata hanya 60 km/jam,” ujar Sofyan.









Tak hanya itu, jika terhubung secara keseluruhan, Tol Sigli – Banda Aceh akan mempercepat waktu tempuh dan mempermudah akses menuju tempat-tempat strategis di Aceh. “Masyarakat yang paham akan waktu tempuh akan melihat keberadaan tol ini sebagai sebuah karya yang sangat bermanfaat. Karena waktu sangat berharga, hadirnya tol ini mampu mempersingkat waktu hampir separuh dari waktu tempuh sekarang. Artinya masyarakat dapat menghemat out of pocket money,” jelas Sofyan.





Menurut Sofyan, pembangunan suatu daerah sangat bergantung pada baiknya tata kelola moda transportasi darat, karena pergerakan orang dan barang antar wilayah umumnya menggunakan transportasi darat. Ia menyampaikan bahwa di wilayah Aceh, 95% transportasi oleh moda darat atau jalan sedangkan secara nasional 87%. “Sebagai pengamat transportasi, saya lihat jika tol ini terhubung dari seksi 1 sampai seksi 6, minat masyarakat akan meningkat karena waktu dan juga kenyamanan jalan. Terutama di seksi 4 yang saat ini mau diresmikan, segmen tol akan mempermudah akses ke Bandara Udara Internasional Sultan Iskandar Muda. Terlepas dari Covid-19, manfaat memang belum signifikan untuk saat ini. Tapi saya optimis pemanfaatan dari tol ini dapat berjalan secara maksimal jika keadaan sudah normal kembali,” terang Sofyan.





Sumber berita : Truckmagz.com
Editor : Sigit
Foto : Hutama Karya


Back to top