Saturday, May 20, 2017

Biaya Kualitas

Rate this posting:
{[['']]}

Oleh: Dr. Zaroni, CISCP., CFMP.
Head of Consulting Division | Supply Chain Indonesia

Persaingan dalam industri dan bisnis mendorong perusahaan untuk memerhatikan kualitas. Sementara di sisi lain, pelanggan semakin menuntut (demanding) terhadap produk dan layanan dengan kualitas tinggi.
Peningkatan kualitas menjadi salah satu strategi penting bagi perusahaan untuk tetap bertahan dan tumbuh. Dalam perspektif Balanced Scorecard, peningkatan kualitas sebagai salah satu inisiatif stratejik fundamental.
Jika kualitas produk atau layanan meningkat, maka pelanggan akan tetap setia menggunakan produk tersebut, bahkan mereka akan dengan senang memberikan rekomendasi kepada orang lain untuk menggunakan produk tersebut. Peningkatan kualitas juga akan mendorong penurunan biaya operasional, karena rework dan repair atas produk defect akan berkurang.
Peningkatan permintaan akan produk akan meningkatkan pendapatan dan profit perusahaan, pangsa pasar akan meningkat, sehingga ujung-ujungnya kinerja keuangan perusahaan semakin baik.
Perbaikan kualitas produk dan layanan pada akhirnya akan meningkatan nilai perusahaan karena peningkatan profitabilitas perusahaan. Profitabilitas perusahaan akan meningkat melalui dua cara, yaitu peningkatan permintaan pelanggan dan penurunan biaya perusahaan dengan menyediakan produk dan layanan dengan kualitas bagus.
Perhatian manajemen terhadap peningkatan kualitas tercermin dalam biaya kualitas. Beberapa hasil penelitian menyebutkan bahwa biaya kualitas menyerap sekitar 20% sampai dengan 30% dari penjualan total, dan biaya kualitas mengalami kenaikan atau penurunan baik secara total maupun setiap komponennya selama periode waktu tertentu.
Sumber Asli dan Lengkapnya : supplychainindonesia.com

No comments:
Write komentar

Back to top