Sunday, May 21, 2017

Sistem Logistik Nasional (Sislognas)

Rate this posting:
{[['']]}

“Sistem Logistik Nasional (SISLOGNAS )



Seperti yang telah kita ketahui, dalam setiap kegiatan produksi – konsumsi yang selama ini kita lakukan sehari-hari tidak lepas dari adanya peranan salah satu kegiatan yang disebut kegiatan LOGISTIK. Dalam kegiatan Logistik pun peranan pemerintah ikut berkontribusi agar kegiatan logistik ini menjadi berkembang baik dan berkontribusi yang semestinya. Salah satu peran pemerintah dalam berkonstribusi di bidang Logistik adalah membuat lembaga yang disebut Sistem Logistik Nasional.

KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM PENATAAN SISLOGNAS.

Pada tahun 2012, Presiden telah menandatangani PERPRES NO 26 Tahun 2012 tentang  CETAK BIRU PENGEMBANGAN SISTEM LOGISTIK NASIONAL. SISLOGNAS adalah suatu sistem yang mendukung proses pengelolaan rantai suplai (supply chain management).


Cetak biru SISLOGNAS ada 6, diantaranya :

*    Komoditas penggerak utama
· Terwujudnya sistem logistik komoditas penggerak utama (key commodities) yang mampu meningkatkan daya saing produk nasional baik di pasar domestik, pasar  regional maupun dipasar  global
·        Penghela (driver)  dari seluruh kegiatan logistik.
*    Penyedia jasa logistik ;
·       Terwujudnya Pelaku Logistik (PL)  dan Penyedia Jasa Logistik (PJL) yang terpercaya dan profesionalyang tidak hanya mampu bersaing dan menguasai sektor logistik dalam tataran lokal dan nasional, tetapi juga mampu bersaing di tataran global
·        Terwujud “pemain lokal kelas dunia” (world class local players)
*    Infrastruktur transportasi
·   Tersedianya jaringan infrastuktur transportasi yang memadai dan handal dan beroperasi secara efisien sehingga terwujud konektivitas domestik (domestic connectivity) baik konektivitas lokal (local connectivity) maupun konektivitas nasional (national connectivity) dan konektivitas global (global connectivity) yang terintegrasi dengan transportasi laut dan transportasi massal sebagai tulang punggungnya.
*    Teknologi informasi dan komunikasi
·  Tersedianya e-Logistik Nasional yang menyediakan layanan satu atap sistem pengiriman data, dokumen logistik perdagangan, dan informasi secara aman dan handal untuk melayani transaksi G2G, G2B, dan B2B baik untuk perdagangan domestik maupun internasionaldan terkoneksi dengan jejaringan logistik ASEAN dan jejaring logistik global secara on line yang didukung oleh infrastuktur dan jaringan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang handal dan beroperasi secara efisien.
*    SDM Logistik
·  Tersedianya SDM logistik profesional baik pada tingkat operasional manajerial, dan strategis yang sesuai dengan kebutuhan nasional
· Adanya  klasifikasi dan penjejangan profesi logistik, serta pendirian lembaga pendidikan logistik baik melalui jalur akademik, jalur vokasi, maupun jalur profesi.
*    Regulasi dibidang logistik
·  Tersedianylandasan hukumpenegakan hukum (law enforcement), serta implementasi peraturan perundangan yang terkait dengan logistik.
· Sinkronisasi peraturan perundangan logistik baik antar kementerian/lembaga maupun antar Pemerintah Pusat dan Daerah
*    Kelembagaan logistik nasional
· Terbentuknya Kelembagaan Logistik Nasional yang berfungsi membantu Presiden dalam menyusun kebijakan, mengkoordinasikan, mensinkronkan pelaksanaan pengembangan Sistem  Logistik Nasional.


Sumber: Revianablogspot

No comments:
Write komentar

Back to top