Tuesday, February 4, 2020

Aktivitas manufaktur lemah, omnibus law dan penurunan biaya logistik dibutuhkan

Rate this posting:
{[['']]}


Aktivitas manufaktur Indonesia masih melemah. Ini tercermin dari Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang berada di level 49,3 pada Januari 2020 atau berada di bawah batas level ekspansi yang sebesar 50,0.









Menurut Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy, penurunan pertumbuhan industri manufaktur ini salah satunya disebabkan permintaan masyarakat yang masih belum membaik. Oleh karenanya, Yusuf mengimbau agar pemerintah bisa melakukan usaha untuk menjaga daya beli masyarakat.





"Karena misalnya industri manufaktur bisa memperbaiki produksi, kalau tidak ada yang mau beli bagaimana? Jadi memang dari sisi penawaran dan dari sisi permintaan harus diseimbangkan," kata Yusuf kepada Kontan.co.id, Selasa (4/2).





Usaha meningkatkan aktivitas manufaktur, kata Yusuf, bisa dengan dorongan beleid Omnibus Law yang sedang digodok oleh pemerintah. Menurutnya, beleid ini bisa menciptakan respons positif dari dunia usaha dan investor asing untuk masuk ke Indonesia, juga ke dalam sektor manufaktur.





Sumber Berita :
Baca selengkapnya - https://nasional.kontan.co.id/news/aktivitas-manufaktur-lemah-omnibus-law-dan-penurunan-biaya-logistik-dibutuhkan


No comments:
Write komentar

Back to top